Contoh Penulisan Volume pada Jurnal dan Cara Membacanya

Mengetahui contoh volume pada jurnal penting bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti pemula agar tidak salah dalam melakukan sitasi maupun mencari sumber rujukan ilmiah.

Volume merupakan elemen identitas utama dalam publikasi ilmiah yang menunjukkan edisi atau urutan terbit jurnal dalam satu tahun.

Pemahaman yang tepat tentang volume membantu peneliti menelusuri artikel secara akurat, terutama saat membuat daftar pustaka atau melakukan publikasi jurnal ilmiah.

Apa Itu Volume pada Jurnal?

contoh volume pada jurnal

Dalam dunia akademik, volume adalah nomor yang menandai kumpulan terbitan jurnal dalam satu tahun penerbitan.

Misalnya, “Volume 5” menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah memasuki tahun kelima sejak pertama kali diterbitkan.

Volume biasanya diikuti oleh nomor issue (edisi), misalnya “Vol. 5 No. 2”, yang berarti edisi kedua di tahun kelima penerbitan.

Volume memudahkan pengindeksan dan pencarian artikel di database ilmiah seperti Google Scholar, DOAJ, atau Scopus.

Dengan mengenali format volume, peneliti dapat membedakan artikel dari tahun dan edisi yang berbeda tanpa kebingungan.

Contoh Penulisan Volume pada Jurnal

Contoh Penulisan Volume pada Jurnal

Berikut contoh penulisan volume pada jurnal yang umum digunakan dalam karya ilmiah:

  • Jurnal Syntax Admiration, Vol. 5 No. 2 (2024)
  • Journal of Education and Research, Volume 12, Issue 3 (2023)
  • International Journal of Social Science, Vol. 8, No. 1, January 2025

Format ini lazim dijumpai di halaman awal artikel jurnal maupun pada daftar pustaka.

Pada beberapa platform seperti OJS (Open Journal Systems), informasi volume dan issue biasanya tertera di header artikel atau di metadata publikasi.

Perbedaan Volume dan Nomor Edisi

contoh volume pada jurnal

Sering kali peneliti pemula salah mengartikan volume dan nomor edisi (issue number).

Volume merujuk pada tahun penerbitan ke-berapa, sedangkan nomor edisi menunjukkan urutan terbit di tahun tersebut.

Contoh:
Jika sebuah jurnal terbit empat kali dalam setahun, maka:

  • Vol. 1 No. 1 → Edisi Januari
  • Vol. 1 No. 2 → Edisi April
  • Vol. 1 No. 3 → Edisi Juli
  • Vol. 1 No. 4 → Edisi Oktober

Jadi, meskipun volume sama, nomor edisinya bisa berbeda tergantung periode terbit.

Cara Membaca dan Menulis Volume dalam Sitasi

Cara Membaca dan Menulis Volume dalam Sitasi

Dalam penulisan daftar pustaka atau referensi, volume dan nomor edisi memiliki format yang berbeda tergantung gaya sitasi (APA, MLA, Chicago, dll).

Berikut contoh berdasarkan gaya APA 7th Edition:

Format umum:
Nama Penulis. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor Edisi), Halaman. https://doi.org/

Contoh:
Rini, A. (2023). Strategi Pengajaran Inovatif di Era Digital. Jurnal Syntax Admiration, 5(2), 45–56. https://doi.org/10.xxxxx

Perhatikan bahwa volume di cetak miring (italic), sementara nomor edisi berada dalam tanda kurung biasa.

Kesalahan Umum dalam Menulis Volume Jurnal

Kesalahan Umum dalam Menulis Volume Jurnal

Beberapa kesalahan yang sering di temukan pada karya ilmiah antara lain:

  1. Menukar posisi volume dan nomor edisi.
    Contoh salah: Vol. 2 No. 5 padahal jurnal hanya terbit dua kali setahun.
  2. Tidak mencantumkan tahun publikasi.
    Tahun penting untuk menunjukkan konteks kronologis artikel.
  3. Tidak konsisten dalam format penulisan.
    Hindari menulis “Volume V” pada satu referensi dan “Vol. 5” pada referensi lain.

Sebagai peneliti, pastikan selalu mengecek informasi lengkap melalui situs resmi jurnal, misalnya di Riset Syntax Admiration.

Praktik Mengecek Volume di Sistem OJS

Praktik Mengecek Volume di Sistem OJS

Dari pengalaman lapangan, peneliti sering kali menemui kendala ketika mencari volume artikel pada jurnal berbasis OJS.

Untuk memastikan keakuratannya, lakukan langkah berikut:

  1. Kunjungi situs jurnal tujuan.
  2. Pilih menu Archives atau Current Issue.
  3. Perhatikan pada metadata: biasanya tertulis “Vol. X, No. Y (Tahun)”.
  4. Catat volume dan issue sesuai format di halaman tersebut.

Contoh nyata, ketika penulis hendak Publish Jurnal, pihak editorial biasanya meminta format sitasi lengkap termasuk volume dan issue agar metadata publikasi dapat terekam dengan baik di indeksasi nasional seperti SINTA atau Garuda.

Pentingnya Volume dalam Validasi Referensi

Pentingnya Volume dalam Validasi Referensi

Volume berperan penting dalam menjaga keakuratan sitasi.

Tanpa mencantumkan volume, pembaca atau reviewer sulit melacak sumber asli artikel.

Hal ini dapat memengaruhi kredibilitas naskah dan menurunkan nilai akademik penulis.

Selain itu, lembaga pengindeks seperti Scopus dan SINTA menggunakan volume sebagai parameter untuk memastikan keteraturan penerbitan jurnal.

Jurnal yang tidak konsisten dalam volume dan issue bisa di anggap tidak stabil atau kurang profesional.

Cara Mengecek Volume Jurnal Sebelum Publikasi

Cara Mengecek Volume Jurnal Sebelum Publikasi

Sebelum mengirimkan naskah ke jurnal, pastikan Anda memahami sistem volume penerbitan jurnal tersebut.

Setiap jurnal memiliki jadwal terbit berbeda, ada yang triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Cek juga apakah jurnal tersebut menggunakan penomoran volume berkelanjutan (misalnya langsung berlanjut setiap edisi tanpa di ulang tiap tahun).

Informasi ini dapat membantu Anda menyesuaikan format referensi dan memastikan publikasi Anda tampak profesional di mata reviewer.

Kesimpulan

Memahami contoh volume pada jurnal bukan hanya soal format penulisan, tetapi juga bagian dari etika ilmiah dan keakuratan akademik.

Volume menunjukkan identitas kronologis dari setiap artikel yang di terbitkan, sehingga menjadi elemen penting dalam sitasi dan publikasi ilmiah.

Dengan memahami perbedaan volume dan nomor edisi serta menerapkan format sitasi yang benar, peneliti dapat meningkatkan kredibilitas karya ilmiahnya.

Pastikan selalu memverifikasi data publikasi melalui situs jurnal resmi seperti Riset Syntax Admiration sebelum melakukan Publish Jurnal.


FAQ

1. Apa fungsi utama volume dalam jurnal ilmiah?
Volume berfungsi menunjukkan urutan tahun penerbitan jurnal dan membantu pembaca membedakan edisi satu dengan lainnya. Volume juga di gunakan untuk pengindeksan dan pencarian artikel secara sistematis.

2. Bagaimana cara menulis volume jurnal dalam daftar pustaka?
Tuliskan volume dalam format miring, di ikuti nomor edisi dalam tanda kurung, lalu nomor halaman. Contoh: Jurnal Syntax Admiration, 5(2), 45–56.

3. Apakah setiap jurnal memiliki volume dan issue yang sama setiap tahun?
Tidak selalu. Beberapa jurnal terbit dua kali setahun (biannual), ada juga yang empat kali (quarterly). Jumlah issue per volume tergantung kebijakan penerbit jurnal tersebut.

Tinggalkan komentar